![]() |
Kapala Desa Mamut, Marjono |
Marjono (Kades mamut) saat dikonfirmasi Kwarta5.com (26/06/2020) mengatakan, mengenai permasalahan pemangkasan BLT DD sebenarnya kita dari awal sudah gerak cepat untuk kepentingan masyarakat, sebelum ada intruksi pembagian Bantuan Langsung Tunai, kami dari pemdes, BPD maupun masyarakat sudah sepakat melaui musyawarah desa angaran DD untuk digunakan pembelian sembako
"Terkait permasalahan pemangkasan BLT DD Tahap I maupun II tersebut hanya untuk menutupi anggaran yang terpakai pada pembagian sembako sebelumnya yang mengunakan anggaran DD, semua kami lakukan untuk masyarakat ini hanyalah terjadi mis komonikasi saja mungkin dalam rapat mereka tidak mengerti dan tidak mau bertanya jadi tidak tau inti permasalahannya" ucapnya
Sebelumnya kita tidak mengetahui adanya BLT DD dalam bentuk tunai, kami sudah mengunakan DD untuk bantuan dalam bentuk sembako, jadi dengan dapat intruksi pembagian BLT DD tunai maka kita juga siap melaksanakannya dengan mekanisme sebagian angaran yang terpakai dari bantuan sembako sebelumnya kita tutupi dengan angaran BLT tunai sesuai angaran yang terpakai, pungkasnya
Kondisi masyarakat akbiat terdampak Covid-19, ekonomi yang dirasakan sangat sulit, sehingga kami harus mencari solusi supaya masyarakat terbantu sidaknya meringankan dengan adanya bantuan sembako dari DD", tutupnya
Iwan